Tampilkan postingan dengan label STRESS MANAGEMEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STRESS MANAGEMEN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Maret 2009

STRES DITINJAU DARI ACTIVE COPING, AVOIDANCE COPING, DAN NEGATIVE COPING


STRES DITINJAU DARI ACTIVE COPING, AVOIDANCE COPING, DAN NEGATIVE COPING
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007

Triantoro Safaria
Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan



Stres merupakan bagian dari kehidupan dan kehidupan tidak lepas dari stres. Stres bisa dialami siapa saja, dari kanak-kanak hingga lanjut usia. Stres bisa bersifat akut dan bisa pula bersifat kronis. Banyak penelitian empiris yang membuktikan bahwa stres berdampak secara negatif bagi kesehatan tubuh dan kesejahteraan psikologis. Namun banyak faktor yang berpengaruh terhadap stres. Diantara faktor faktor tersebut adalah strategi coping yang digunakan individu.
Penelitian ini menguji hubungan antara tiga strategi coping yaitu active coping, avoidance coping dan negative coping dengan stres pada mahasiswa. Subyek penelitian berjumlah 41 orang yang merupakan mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara active coping, negative coping dan avoidance coping secara bersama-sama dengan stres R = 0.045 F = 1.631 p = 0.199. Hasil uji korelasi product moment pearson antara active coping dengan stres menunjukkan adanya hubungan negatif yang tidak signifikan r = - 0.034 p = 0.417. Korelasi antara avoidance coping dengan stres menunjukkan adanya hubungan positif yang tidak signifikan r = 0.113 p = 0.241. Korelasi antara negative coping dengan stres menunjukkan hubungan positif yang signifikan r = 0.340 p = 0.015. Negative coping menyumbang 9.3 % terhadap stres. Ini menunjukkan masih terdapat 90.7 % pengaruh variabel lain yang terhadap stres.


Kata kunci : stres, coping aktif, coping negatif dan coping menghindar. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI TEKNIK MODELING UNTUK MEMINIMALKAN STRESSOR LINGKUNGAN BAGI PENDERITA SKIZOFRENIA


PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI TEKNIK MODELING UNTUK MEMINIMALKAN STRESSOR LINGKUNGAN BAGI PENDERITA SKIZOFRENIA
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Tri Kurniati Ambarini, S.PSi., M.Psi.
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga


ABSTRAK

Peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa perlu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah. Gangguan yang dirasakan oleh penderita skizofrenia tidak hanya akan memberikan dampak yang merugikan bagi penderita saja, namun juga kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Biasanya keluargalah yang paling terkena dampak dari hadirnya skizofrenia di keluarga mereka. Akibatnya, kehadiran penderita cenderung dirasakan sebagai beban keluarga. Penderita skizofrenia sering mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsi sosial, menghadapi masalah yang berhubungan dengan keterampilan interpersonal, memiliki keterampilan sosial yang buruk dan mengalami defisit fungsi kognitif. Hal tersebut akhirnya penderita mengalami isolasi sosial yaitu dalam bentuk menarik diri, tidak mau bergaul, menghindar untuk berhubungan dengan orang lain. Besarnya dampak yang disebabkan oleh gangguan yang dialami penderita skizofrenia dalam fungsi sosial baik terhadap diri mereka sendiri maupun terhadap lingkungan sekitar, yaitu keluarga dan masyarakat, maka diperlukan program peningkatan keterampilan sosial bagi penderita skizofrenia. Peningkatan keterampilan sosial diharapkan dapat membantu mereka dalam menjalankan fungsi sosial sehari-hari dan membuat mereka dapat lebih diterima oleh masyarakat, sehingga tekanan yang muncul baik dari lingkungan ataupun tekanan yang muncul akibat keadaan mereka dapat diminimalisir. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

KELAPANGDADAAN SURVIVOR BENCANA TSUNAMI DAN GEMPA ACEH


KELAPANGDADAAN SURVIVOR BENCANA TSUNAMI DAN GEMPA ACEH
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
H. Fuad Nashori
Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII



Abstrak


Penelitian bertujuan untuk mengungkap kelapangdadaan survivor bencana gempa dan tsunami Aceh. Untuk itu dilakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap enam responden yang tinggal di Banda Aceh (5 orang) dan Yogyakarta (1 orang). Wawancara dan observasi berlangsung antara 15 Juli hingga 30 September 2006.
Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki tema-tema: (a) Kesadaran Spiritual: (1) sadar bahwa Tuhan maha berkehendak, (2) memahami bahwa melalui tsunami Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya, (3) meningkat kesadaran bisa sewaktu-waktu dipanggil oleh Tuhan, (4) memandang tsunami adalah peringatan dari Tuhan, (5) kesadaran bahwa Tuhan bermaksud baik dengan cobaan tsunami yang diberikan-Nya; (b) Kesiapan psikologis: (6) memiliki pengetahuan tentang gejala-gejala tsunami, namun ada yang berpikir bahwa tidak mungkin air laut naik ke darat, (7) tahu dari kitab suci bahwa bencana alam yang sangat dahsyat dapat kapan saja mengenai manusia, (8) kemampuan manusia mempersiapkan diri tidak optimal. (C) Keyakinan akan kesanggupan diri menanggung beban: (9) keyakinan akan kesanggupan diri menghadapi keadaan yang tak menyenangkan walau merasa sedih; (10) merasa tidak lemah sekalipun kehilangan keluarga, (11) perasaan sudah tak berdaya lagi, kemudian pasrah, (12) perasaan pasrah terhadap orang-orang yang dicintai, (13) merasa ditolong dan diberi selamat oleh Tuhan; (D) Penyesalan dan Pertaubatan: (14) insaf atas kesalahan mengganggu orang lain, (15) sadar akan kesalahan diri kepada orangtua, (16) sadar bahwa dulu suka mengganggu guru tapi sekrang tidak lagi, (17) merasa menyesal kurang optimum berbuat baik untuk orang-orang dekat yang dipanggil-Nya, (18) memohon ampun atas kesahan yang diperbuat; (19) tidak mudah marah kepada orang lain sekalipun orang lain marah, (20) mengkompensasi kesalahan dengan perbauatan positif; (E) Pencarian hikmah (seeking meaning): (21) mudah mengingat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, (22) kesadaran bahwa Tuhan memberi kesempatan untuk beramal lebih banyak, (23) menjadi pribadi yang lebih sabar, tawakkal, tabah; (F) Berpikir positif tentang masa depan (positive thinking): (24) ke depan harus bisa berbakti kepada orangtua; (25) Keinginan memperbaiki moral masyarakat Aceh. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kelapangdadaan adalah (a) Faktor keimanan, (b) Faktor ibadah, (c) Faktor pengalaman, dan (d) Faktor dukungan keluarga dan yang lain.

Kata kunci: Kelapangdadaan, Aceh, gempa dan tsunami DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

STRESS MANAGEMENT DI DAERAH GEMPA DIY


STRESS MANAGEMENT DI DAERAH GEMPA DIY
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
A.M. Diponegoro
Fakultas Psikologi
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta


Gempa di Yogyakarta meninggalkan kesan yang menarik terhadap pengamat psikolog, maupun ilmuwan. Peneliti dan para psikolog banyak membawa bekal untuk menghadapi individu yang stres berat karena rumahnya hancur dan porak poranda, atau anggota keluarganya meninggal dunia. Mereka kadang-kadang merasa kecele dengan apa yang mereka temukan di lapangan. Beberapa peneliti menemukan banyak korban gempa seakan akan tidak mengalami apa-apa. Situasi seperti ini sebenarnya merupakan kajian menarik dalam lapangan psikologi positif yang dipelopori oleh Seligman, mantan presiden APA. Gillham dan Seligman (1999) menemukan bahwa penduduk Inggris yang diporak porandakan Jerman, ternyata banyak yang tidak kacau emosinya, dan mereka tetap tahan banting atau memiliki daya reseliensi yang tinggi.
Penellitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pengaturan stres yang dilakukan oleh mereka yang ”survive” dalam musibah gempa. Pengambilan data dilakukan dengan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan pola stress management yang berbeda-beda. Pengembangan positive value menunjukkan hasil yang positif dan berdampak lama pada kesejahteraan individu.
Kata kunci; stress management, psikologi positif, resiliensi DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

“TEND-AND-BEFRIEND” : POLA RESPON TERHADAP STRES ALA WANITA


“TEND-AND-BEFRIEND” : POLA RESPON
TERHADAP STRES ALA WANITA
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Erita Yuliasesti Diahsari
Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta


Abstrak

Stres pada wanita dan fenomena superwoman pada masa kini bukanlah hal yang asing lagi, karena kenyataan memang menunjukkan kiprah wanita sudah sangat luas dan mendalam pada berbagai sektor kehidupan dan pekerjaan. Beberapa dekade terakhir wanita semakin menunjukkan kontribusi yang luar biasa bagi lingkungan hidupnya. Tidak heran juga wanita menjadi lebih banyak mengalami stres dibandingkan dengan pria karena peran-peran yang diembannya cenderung lebih banyak menyita waktu, tenaga dan pikirannya. Dalam hal merespon stress yang dialami, ternyata wanita mempunyai cara unik yang relatif tidak didapati pada pria, yakni dengan pola yang dinamakan “tend-and-befriend”, suatu pola yang dibangun berdasarkan sistem “caregiving” melalui proses biobehavioral. Dengan menyalurkan naluri keibuannya, merawat anak-anak dan keluarga, atau melalui relasi sosial, terutama pada sesama wanita, mereka berusaha mencari dukungan untuk mereduksi stres yang dialaminya. Model ini muncul dan dipakai sebagai pendamping model “fight-or-flight” yang selama ini menjadi kajian respon individu terhadap stres.

Kata kunci : “tend-and-befriend” DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

Mengurangi dampak trauma dengan EMDR


Mengurangi dampak trauma dengan EMDR
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Astrid R.S. Wiratna
IPK Jawa Timur



Sekilas EMDR

Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) adalah pendekatan psikoterapi yang relatif masih baru. Ditemukan dan dikembangkan pertama kali pada pertengahan tahun 1980 oleh Francine Shapiro dkk. Mulai dimanfaatkan di Amerika secara luas setelah berbagai penelitian mendukung keampuhannya sebagai metode psikoterapi untuk menangani stress pasca trauma, sejak awal tahun 1990.

EMDR adalah sebuah pendekatan psikoterapi yang bertumpu pada model pemrosesan informasi di dalam otak. Jaringan memori dilihat sebagai landasan yang mendasari patologi sekaligus kesehatan mental, karena jaringan-jaringan memori adalah dasar dari persepsi, sikap dan perilaku kita.

Untuk memproses kembali informasi di dalam otak/jaringan memori yang telah ada, EMDR dijalankan dengan melakukan kegiatan fisik yang merangsang aktivasi pemrosesan informasi di dalam otak (dalam konteks EMDR disebut sebagai stimulasi bilateral) melalui indra pengelihatan/pendengaran/perabaan, sebagai berikut:
- Rangsangan untuk indra pengelihatan: gerakan tangan bolak balik (bisa kiri kanan, atas bawah, melingkar seperti angka delapan) dalam jarak dan kecepatan yang sama di depan mata, mencakup jarak terjauh yang dapat dijangkau kedua bola mata
- Rangsangan untuk indra pendengaran: suara tunggal yang bersifat monoton, dalam kecepatan dan interval yang sama dan diperdengarkan berulang-ulang
- Rangsangan untuk indra peraba: tepukan monoton di atas atau di sisi luar lutut bergantian kiri kanan, dalam interval dan kecepatan yang sama dan dilakukan secara berulang-ulang DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

IDENTIFIKASI PENYEBAB KASUS-KASUS BUNUH DIRI DI BALI DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA


IDENTIFIKASI PENYEBAB KASUS-KASUS BUNUH DIRI DI BALI
DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Swasti Wulanyani * dan Drajad Wibawa **
*Bag. Ilmu Perilaku Fak Kedokteran Univ. Udayana; HP: 08123764595** Bag. Psikologi Polda Bali


Abstrak

Akhir-akhir ini marak diberitakan keterlibatan remaja dalam berbagai masalah kriminal. Baik itu berupa perkelahian antar kelompok, pembunuhan, pencurian, perampokan maupun penyalahgunaan obat terlarang. Meningkatnya kompleksitas dan kesulitan hidup masyarakat diyakini juga mempengaruhi peningkatan angka kriminalitas tersebut. Dalam proses konseling bagi para narapidana di LP Kelas II A Denpasar terungkap bahwa sebagian besar dari mereka melakukan tindakan kriminal sebagai pelarian dari tekanan jiwa akibat himpitan masalah kehidupan. Bahkan cara-cara ini telah menjadi kebiasaan sejak mereka kecil/remaja hingga akhirnya mereka harus berurusan dengan hukum. Fenomena lain yang sangat mengejutkan adalah dipilihnya jalan bunuh diri sebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah. Pengumpulan data dilakukan secara primer, wawancara langsung dengan pelaku percobaan bunuh diri atau orang-orang di lingkungan terdekat pelaku dan juga melalui data sekunder di Polda Bali. Selama tahun 2005 terdapat 115 kasus bunuh diri di masyarakat umum, belum termasuk kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri di kalangan narapidana. Penyebabnya bervariasi dari yang relatif sederhana sampai dengan yang kompleks. Dari total 115 kasus bunuh diri tersebut, 35 kasus dilakukan oleh mereka yang berumur antara 7 sampai dengan 25 tahun dengan berbagai macam cara. Pada umumnya pelaku menyukai tayangan kekerasan di televisi. Analisa awal menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang disinyalir dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih jalan bunuh diri antara lain: ketahanan terhadap stres, kondisi lingkungan/alam, ketahanan religius dan pengaruh media massa. Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain dengan memberikan layanan psikososial dan terapi tulis yang diintegrasikan dengan terapi farmako bagi narapidana, serta sosialisasi ketahanan dan kesehatan mental bagi masyarakat secara umum.

Kata kunci: bunuh diri, Bali DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

DINAMIKA PASIEN TERMINAL ILLNESS DALAM MENGHADAPI KEMATIAN


DINAMIKA PASIEN TERMINAL ILLNESS DALAM MENGHADAPI KEMATIAN
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Nurul Hartini
Fakultas Psikologi Unair


Abstrak

Death and Dying “Kematian dan Proses Menuju Kematian” adalah sebuah fenomena yang pasti akan terjadi atau akan dijumpai manusia dalam kehidupannya. Kematian memang sebuah rahasia Tuhan, akan tetapi proses menuju kematian adalah sebuah fenomena yang dapat dibahas dan didiskusikan, bahkan lingkungan dapat memberikan proses pembelajaran yang benar untuk menjalani proses menuju kematian yang lebih baik. Mendasarkan pada hasil penelitian kualitatif penulis terhadap 4 orang pasien perawatan paliatif (pasien paliatif adalah orang-orang sakit yang diagnosis dengan penyakit berat dan tidak dapat disembuhkan lagi “terminal illness”, dimana prognosisnya adalah kematian) diperoleh gambaran sebagai berikut: bagi pasien terminal illness, memperoleh diagnosis bahwa ia harus masuk dalam perawatan paliatif, pasti akan terjadi proses (a) denial/menolak, mereka menolak akan apa yang bakal terjadi, (b) anger/marah, (c) bargaining untuk waktu yang akan terjadi, (d) depression, dan (e) acceptance/penerimaan menurut pendekatan teori sekarat Kubler Rose atau tahapan menurut Pattison yaitu (a) acute phase, (b) chronic living-dying interval, dan (c) terminal phase. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan dinamika pasien terminal illness dalam menghadapi kematian dan terkait dengan faktor internal yaitu : pola kepribadian, tingkat rasa cemas/tingkat depresi dan pemahaman akan sakit; sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh adalah ada/tidak adanya dukungan suami/istri, jumlah dan usia anak serta dukungan dari anggota keluarga, saudara, tetangga dan lain-lain.

Kata Kunci : pasien terminal illness, kematian DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN STRES INFERTILITAS


IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN STRES INFERTILITAS
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Nurul Hidayah
Fakultas Psikologi
Universitas Ahmad Dahlan


Tujuan dilaksanakannya pernikahan oleh pasangan suami isteri adalah membentuk keluarga yang bahagia. Membentuk keluarga yang bahagia erat hubungannya dengan masalah keturunan Kebahagiaan seringkali diartikan sebagai tercapainya tujuan hidup, sementara tujuan utama berlangsungnya suatu pernikahan adalah mengembangkan keturunan. Kehadiran anak sangat bernilai baik dari segi ekonomi, sosial, psikologis, dan agama. Dalam realisasinya tidak semua pasangan mudah memperoleh keturunan seperti yang diharapkan. Diperkirakan sekitar 20% penduduk Indonesia mengalami gangguan infertilitas. Hal ini menunjukkan angka infertilitas di Indonesia yang cukup tinggi.
Infertilitas yang dialami baik oleh salah satu atau kedua pihak dari pasangan suami isteri akan menimbulkan reaksi-reaksi stres yang disebut dengan stres infertilitas. Pasangan yang mengalami infertilitas dipertimbangkan berada dalam kondisi krisis mayor karena tercapainya tujuan utama kehidupan pernikahan mereka terancam gagal.
Stres infertilitas bersumber dari stresor internal dan stresor eksternal. Secara teoritis, aspek-aspek stres infertilitas meliputi aspek seksual, interaksi dengan pasangan, emosional, sosial, dan ekonomi. Stres infertilitas dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan, berupa ketidakharmonisan dalam hubungan pernikahan, bahkan dapat mengarah ke perceraian.
Dengan demikian masalah infertilitas merupakan masalah kependudukan yang perlu segera ditangani. Menggunakan pendekatan mind-body connection, perlu dipilih upaya pengelolaan stres yang tepat. Berbagai bentuk menejemen stres yang dapat ditawarkan antara lain training coping-skills, relaksasi, guided imajery, terapi kognitif, terapi kelompok, terapi agama, membiasakan pola hidup sehat, dan upaya medis yang sesuai.

Kata kunci: stres, infertilitas DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF.

Continue Reading...

DEATH AND DYING “Kematian dan Proses Menuju Kematian”


DEATH AND DYING
“Kematian dan Proses Menuju Kematian”
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Nurul Hartini
Fakultas Psikologi Unair



Abstrak


Death and Dying “Kematian dan Proses Menuju Kematian” adalah sebuah fenomena yang pasti akan terjadi atau akan dijumpai manusia dalam kehidupannya. Kematian memang sebuah rahasia Alloh, akan tetapi proses menuju kematian adalah sebuah fenomena yang dapat didiskusikan, bahkan lingkungan dapat memberikan proses pembelajaran yang benar untuk menjalani proses menuju kematian yang lebih baik. Mendasarkan pada hasil penelitian penulis terhadap wanita pasien paliatif (pasien paliatif adalah orang-orang sakit yang diagnosis dengan penyakit berat yang tidak dapat disembuhkan lagi dimana prognosisnya adalah kematian), maka penulis akan menggambarkan dinamika pasien paliatif wanita dalam menghadapi kematian. Penulis akan membahas dinamika tersebut melalui pendekatan teori sekarat Kubler Rose dan Pattison, perkembangan kepribadian Erick Erikson dan Gilligan serta beberapa pendekatan sosial. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...
 

Daftar Blog

Daftar Blog

  • PROGRAM BANGKIT - Telah di buka Program Bangkit dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang merupakan program pembinaan talenta digital untuk mahasiswa ...
    4 tahun yang lalu

Daftar Blog

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template